10 Desember 2009

kurangi penggunaan produk plastik


Berikut informasi yang saya ambil dari vivanews.com (9 November 2009) perihal penggunaan material plastik yang mengandung bahan-bahan tertentu, yang ternyata dapat membahayakan kesehatan kita, pada peralatan yang kita gunakan sehari-hari, terutama peralatan si kecil. 
Silahkan dibaca.




Produk plastik yang dijual di pasaran banyak yang mengandung Bisphenol-A (BPA). Bahan kimia pengeras plastik tersebut memiliki dampak buruk bagi kesehatan tubuh terutama anak-anak.
 

Meskipun saat ini banyak produk plastik yang aman digunakan tetapi akan lebih baik jika Anda mengurangi penggunaannya. Berikut ini cara agar Anda bisa mengurangi penggunaan plastik.
  • Beli daging, buah dan sayuran segar. Kurangi membeli daging atau buah kalengan. Kaleng kemasan makanan juga mengandung BPA yang tinggi bahkan lebih tinggi daripada plastik. Jadi lebih baik beli daging, buah dan sayuran segar yang biasa dijual di pasar tradisional atau supermarket. Selain lebih sehat karena nutrisi alaminya masih terjaga, rasanya juga lebih lezat. Anda dan keluarga pun terhindar dari kontaminasi BPA.
  • Gunakan botol air yang terbuat dari stainless steel. Kurangi konsumsi air minum kemasan yang terbuat dari plastik. Apalagi jika botol plastik tersebut terkena panas dari sinar matahari. Kontaminasi BPA dari botol plastik kemasan cukup tinggi. Cobalah untuk selalu membawa botol air yang terbuat dari stainless steel
  • Simpan makanan di wadah yang terbuat dari kaca. Untuk wadah tempat penyimpanan makanan, lebih baik pilih yang terbuat dari kaca. Meskipun berat, tapi lebih aman dan mudah dibersihkan. Bau bekas makanan pun tidak akan menempel lama dan mudah hilang. 
  • Jeli melihat kemasan produk plastik. Sedikit sulit untuk menemukan produk plastik yang aman dan bebas dari BPA. Untuk itu Anda harus lebih jeli jika memang ingin membeli kemasan plastik. Jangan tergiur dengan harga yang murah karena belum tentu aman. Pastikan ada petunjuk atau lambang bahwa kemasan tersebut aman digunakan.

17 November 2009

bermain air bagi balita

Balita bermain air? Silahkan anda coba. Anda bisa melakukannya hanya di halaman rumah , di kamar mandi ataupun di bak mandinya si kecil. Hal ini akan membangkitkan rasa ingin tahu dari si kecil terhadap benda ini.
Akan tetapi apabila anda juga ingin berinteraksi dengan si kecil ketika bermain air, anda bisa mencobanya di kolam renang. Ya, dengan berenang. Nah apa saja persiapan yang perlu anda lakukan apabila mengajak buah hati ada berenang? Berikut ini beberapa hal yang bisa anda persiapkan.
  • Pilih lokasi berenang yang nyaman, bersih dan banyak permainan airnya.
  • Pilih kolam yang dikhusukan untuk balita.
  • Pakaikan pakaian renang yang sesuai dengan usianya. Usahaka mempunyai tutup kepala, untuk mencegah telinga kemasukan air.
  • Pakaikan alat bantu renang, seperti pelampung tangan atau rompi, untuk menjaga kemungkinan si kecil tenggelam.
  • Atur waktu ketika berada di dalam air. Lakukan bertahap untuk membiasakan si kecil mengenal air. Usahakan tidak lebih dari 30 menit setiap tahapnya.
  • Selalu awasi pergerakan buah hati anda, terutama agar tidak sampai tertelan air kolam.

09 November 2009

bagaimana cara membiasakan anak untuk membaca?

Membaca, disukai atau tidak akan menentukan proses tumbuh kembang anak dalam menjalani proses kehidupannya kelak. Dan mengajari si batita membaca? Kenapa tidak! Tentunya dengan kadar yang berbeda apabila dibandingkan dengan anak berusia sekolah.
Dalam hal ini, mengajari si kecil membaca adalah untuk memunculkan kecintaan-nya terhadap membaca. Dan semakin banyak bahan bacaan yang dibacakan kepada anak, maka akan semakin kreatif dan kritislah sang anak kepada orangtua-nya.

Nah, bagaimana cara agar si kecil menggemari proses membaca ini?
  • Pilih buku atau bahan bacaan yang menarik. Menarik bukan hanya di cerita atau isi dari bahan bacaannya, tetapi juga dari kemasan bahan bacaan itu sendiri. Buku atau bahan bacaan yang bergambar akan lebih menarik perhatian si kecil. Apabila didukung oleh kemasan bahan bacaan yang menarik, misalkan warna atau bentuknya, maka si kecil pasti akan lebih tertarik untuk mengikuti proses membaca ini.
  • Bacakan buku secara periodik. Pilih waktu yang periodik dan kontinyu ketika membacakan buku kepada si kecil, misalkan ketika si kecil mejelang tidur. Selain membuat si kecil senang membaca, proses ini akan menjadi reminder atau pengingat untuk si kecil bahwa ketika dibacakan buku cerita, itu pertanda sudah mendekati jam tidurnya.
  • Atur penempatan buku atau bahan cerita dengan rapi dan nyaman untuk si kecil. Pilih ruangan yang lega dan dikondisikan nyaman untuk si kecil. Penempatan buku yang tidak terlalu sulit untuk dijangkau akan membuat si kecil rajin mengambil buku atau bahan bacaan yang disukainya.
  • Selingi proses membaca ini dengan permainan sederhana. Tebak-tebakan mungkin akan menambah semangat si kecil untuk menikmati proses ini. Minta si kecil untuk menebak akhir cerita yang dibacakan atau biarkan si kecil yang menentukan akhir cerita dari bacaannya. Pastinya akan menambah semangatnya untuk terus membaca.

04 November 2009

mengurangi kebosanan anak saat melakukan perjalanan


Apabila kita melakukan perjalanan, entah itu mudik atau hanya dalam lingkup dalam kota, rasanya ada sesuatu yang hilang kalau si kecil tidak ikut serta. Celotehan-celotehan si kecil, meski belum jelas, pastinya membuat kita sebagai orang tua tidak ingin melepaskan setiap momen yang dibuat bersama si kecil.

Tetapi, seringkali dalam perjalanan, si kecil akan dilanda kebosanan. Duduk sekian lama, atau pemandangan yang hanya itu-itu saja, pasti akan membuat si kecil bosan. Nah, sekarang bagaimana trik yang dapat kita lakukan untuk membuat si kecil tetap riang gembira dan tetap dengan celotehan-celotehan yang akan membuat kita semakin takjub terhadap perkembangan si kecil.

Berikut ini tips yang dapat kita lakukan untuk menghindari kebosanan si kecil dalam perjalanan.
  • Bawa serta mainan kegemaran si kecil. Selalu bawa mainan kegemarannya, meskipun hanya melakukan perjalanan yang singkat. Ajak bermain apabila si kecil mulai menunjukkan rasa bosannya.
  • Pilih rute perjalanan yang menyenangkan. Cari rute perjalanan yang dapat membuang kejenuhan si kecil. Lewati rute-rute favorit apabila berada dalam lingkup dalam kota. Bila melakukan perjalanan keluar kota, selalu ajarkan mengenai hal-hal baru atau lokasi-lokasi yang sudah atau akan dilewati. Hal itu akan membuat si kecil tetap bersemangat mengikuti perjalanan keluarga.
  • Ciptakan suasana meriah di dalam kendaraan. Dengan kemajuan teknologi yang ada sekarang ini, internet atau minimal musik merupakan hal biasa yang dapat diinginkan kapan saja. Selalu bawa gadget pendukung aktivitas ini. Dengan adanya film favorit atau musik favorit si kecil, tentunya si kecil akan betah selama perjalanan.

30 Oktober 2009

pemilihan kamar untuk buah hati


Penataan kamar yang sehat akan berimplikasi baik terhadap kesehatan dan kebahagiaan anak. Berikut ini tips untuk membuat layout kamar si kecil mejadi lebih menyenangkan


  • Pemilihan posisi kamar. Usahakan kamar yang dipilih untuk si kecil, dapat memberikan ketenangan.
  • Ventilasi udara. Adanya jendela dan ventilasi lainnya akan membuat si kecil lebih nyaman.  Apabila digunakan AC, usahakan suhu sedang, jangan terlalu dingin.
  • Warna dinding kamar. Pilih warna yang lembut atau cerah untuk mendeskripsikan sifat anak.Hindari warna dominan, semisal hitam atau merah.
  • Sinar matahari. Sinar matahari pagi  sangat bagus untuk perkembangan kesehatan anak. Selain itu kamar menjadi hangat dan tidak lembab.  

  • Kebersihan kamar. Debu sangat sulit dicegah. Usahakan bahan sprei dan asesories lainya dapat dibersihkan dengan mudah.
  • Keamanan anak. Perhatikan barang-barang yang diletakkan atau yang anda pilih untuk si kecil.  Pastikan keamanan dan keselamatan si kecil adalah yang utama.

26 Oktober 2009

membantu proses pertumbuhan gigi sang buah hati

Ketika si kecil mulai tumbuh gigi, akan lebih baik apabila anda memberikan stimulan untuk lebih membantu pertumbuhan gigi sang buah hati. Terdapat beberapa macam jenis makanan ataupun alat bantu stimulan yang dapat anda berikan untuk buah hati anda.

  • Es loli dengan buah segar. Untuk mengurangi rasa sakit di gusi. Selain itu, akan memperoleh kandungan vitamin dari buah.
  • Pisang yang sudah didinginkan. Selain mengurangi rasa sakit, dapat juga digunakan untuk camilan yag sehat buat si kecil. Buat potongan kecil-kecil terlebih dahulu, sebelum diberikan kepada sang buah hati.
  • Biskuit teething. Praktis dan cukup digemari karena rasa manisnya. Berhati-hatilah terhadap efek negatif yang dapat muncul akibat kadar manis yang cukup tinggi.
  • Tulang paha ayam. Bersihkan dan daging dan tulang muda yang ada, dan berikan kepada si kecil untuk dijadikan pelampiasan rasa gatal di gusinya.
  • Botol berisi air es. Setelah dikompres dengan botol, akan berkurang rasa yeri dpada gusinya.
  • Teething ring. Umum diberikan kepada si kecil. Dinginkan terlebih dahulu sebelum digunakan.
  • Waslap dingin. Dengan waslap ini, si kecil padat melampiaskan rasa gatal di gusi.

23 Oktober 2009

penggunaan tisu basah

Apabila anda sering menggunakan tisu basah untuk membersihkan alat kelamin dan dubur si kecil, ketika BAK dan BAB, perhatikan hal-hal berikut ini.
  • Pergunakan tisu basah yang didesain hanya untuk bayi, karena tidak mengandung alkohol. Dengan maraknya produk-produk tisu basah yang beredar di pasaran, sebaiknya anda tetap waspada dalam memilih produk yang digunakan.
  • Hentikan pemakaian apabila kulit si kecil terlihat iritasi atau mengering.
  • Khusus untuk membersihkan BAB, gerakan membersihkan harus dimulai dari alat kelaminya ke arah dubur. Hal ini untuk menghindari bakteri berpindah ke alat kelamin.
  • Khusus untuk bayi perempuan, usahakan membersihkan bagian dalam alat kelaminnya, dengan menggunakan air yang mengalir.

19 Oktober 2009

tanda si kecil mulai lapar

Pengaturan jam makan untuk si kecil, terutama bila si kecil masih ASI eksklusif, memang harus jelas dan disesuaikan dengan kebutuhannya. Dengan adanya jadwal pemberian makan/ASI, akan memudahkan sag ibu untuk mengontrol pertumbuhan buah hatinya.

Akan tetapi, sebaiknya orang tua sekalian waspada dan jangan terlalu terpaku kepada jam memberi ASI kepada si kecil. Karena jadwal makan/ASI itu sebenarnya hanya berupa acuan saja. Sebisa mungkin, berikan makan/ASI kepada buah hati anda, begitu si kecil merasa lapar.

Berikut ini beberapa tanda yang ditunjukkan si kecil ketika mulai terasa lapar.

  1. Mata bergerak-gerak, walaupun dala kondisi terpejam
  2. Terjadi gerakan menghisap yang dapat dilihat dari gerakan mulut dan lidah bayi
  3. Gerakan tangan berulag kali terarah ke mulut
  4. Terlihat gelisah
  5. Si kecil mengeluarkan semacam rintihan atau suara yang lirih

14 Oktober 2009

sehat dengan mengkonsumsi ikan

Ikan merupakan sumber gizi yang diperlukan oleh tubuh. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang menyebutkan bahwa asam linoleat (sejenis lemak) yang terdapat dalam ikan, akan dirubah oleh sistem pencernaan kita, menjadi asam lemak atau dikenal dengan kata lain omega 3.

Faktor omega 3 inilah yang membuat masyarakat, di negara-negara yang sudah dikenal sebagai pengkonsumsi ikan seperti jepang, diketahui mempunyai angka penderita jantung dan penyakit degeneratif lain yang cukup rendah.

Selain itu, omega 3 berperan untuk membantu proses pertumbuhan sel otak manusia. Apabila dalam masa kandungan sampai masa pertumbuhannya, balita memperoleh asupan omega 3 dengan baik, maka potensi kecerdasan balita akan mencapai maksimum. Oleh sebab itulah, para calon ibu dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi ikan ketika sedang mengandung buah hatinya. Dan setelah anak sudah bisa diperkenalkan dengan makanan padat, lebih baik secepatnya diperkenalkan dengan konsumsi ikan.

Dewasa ini, banyak diperkenalkan minyak ikan dalam bentuk kapsul. Dalam kapsul ini, terkandung minyak ikan dengan Omega 3, yang sering disebut Eikosapentaenoat dan Dakosaheksaenoat, atau yang sering dikenal dengan EPA dan DHA.

Dari berbagai penelitian, sudah dibuktikan bahwa EPA dan DHA mampu menurunkan kadar kolesterol dan bintik-bintik darah yang melekat pada dinding pembuluh darah. Dengan berkurangnya hal ini, maka resiko serangan jantung dan stroke dapat diminimalisasi.

Selain itu, mengkonsumsi minyak ikan juga telah dibuktikan dapat menurunkan kadar trigliserida dan lipoprotein dalam darah. Dengan menurunnya kadar ini, resiko terjadinya Aterosklerosis dapat dikurangi.

Karena kandungan EPA dan DHA ini ditemukan paling banyak terdapat di dalam minyak ikan, dibandingkan kandungan EPA dan DHA di dalam minyak yang berasal dari tumbuhan, seperti minyak kacang, jagung dan kedelai serta yang lainnya, makan sangat dianjurkan untuk diberikan kepada anak selama periode emas pertumbuhannya.

04 Oktober 2009

indikasi anak berbakat

Orang tua mana yang tak ingin punya anak berbakat? Bagaimana, sih, cara mendeteksi bakat si cilik? "Anak sulung saya luar biasa aktif. Dia juga pintar dan suka sekali bertanya. Kadang, pertanyaannya bikin kami kewalahan. Teman-teman saya bilang, si sulung termasuk anak berbakat," tutur Andika, ayah dua anak tentang putra sulungnya yang berusia 4 tahun. Banyak orang dengan mudah menyimpulkan si A, si B, atau si C anak berbakat. Entah karena ia selalu jadi juara kelas, juara lomba, dan sebagainya. Bahkan, anak yang belum pernah menunjukkan prestasinya di bidang tertentu pun, sering dikatakan anak berbakat. Misalnya, suaranya merdu saat menyanyi. Sebenarnya, seperti apa sih, yang dimaksud anak berbakat?

Beda Pintar & Berbakat

Menurut pakar psikologi pendidikan, Prof. Dr. S.C. Utami Munandar, anak berbakat berbeda dengan anak pintar. "Bakat berarti punya potensi. Sedangkan pintar bisa didapat dari tekun mempelajari sesuatu," jelasnya. Tapi meski tekun namun tak berpotensi, seseorang tak akan bisa optimal seperti halnya anak berbakat. "Kalau anak tak berbakat musikal, misalnya. Biar dikursuskan musik sehebat apa pun, ya, kemampuannya sebegitu-begitu saja. Tak akan berkembang." "Sebaliknya, jika anak berbakat tapi lingkungannya tak menunjang, ia pun tak akan berkembang." Soal bakat musik tadi, misalnya. Jika di rumah tak ada alat-alat musik, bakatnya akan terpendam," jelas guru besar tetap Fakultas Psikologi UI ini.

Pada anak hiperaktif, jelasnya,"Konsentrasinya kurang terfokus. Jadi, hanya gerak fisiknya yang aktif tapi tak menunjukkan kelincahan intelektual. Aktivitasnya pun sering tanpa tujuan." Kendati dia suka bertanya, tapi tak berkonsentrasi pada jawabannya. Konsentrasinya mudah buyar jika ada hal lain yang menarik perhatiannya. Lain hal dengan anak berbakat. "Jika ia lari ke sana-sini, pasti ada tujuannya. Jika ia tertarik pada sesuatu, ia akan duduk diam dalam waktu yang lama, asyik sendiri mengerjakan sesuatu," terang Ketua Yayasan Indonesia untuk Pendidikan dan Pengembangan Anak Berbakat ini.

Perkembangan Lebih Cepat

Bakat anak, lanjut Utami, berkaitan dengan kerja belahan otak kiri dan kanan. Belahan otak kanan berhubungan dengan kreativitas, imajinasi, intuisi. Sedangkan belahan yang kiri untuk kecerdasan. Nah, anak berbakat umumnya menunjukkan IQ di atas rata-rata, yaitu minimal 130. "Namun tak berarti anak dengan IQ rata-rata, yaitu 90-110, tak akan berbakat," tukas Utami. Anggapan orang bahwa IQ menetap seumur hidup, menurutnya, sama sekali tak benar. "Ada, kok, anak yang sebelumnya ber-IQ di bawah rata-rata, tapi dengan stimulasi dan pendekatan yang baik bisa berubah jadi di atas rata-rata," paparnya.

Tapi IQ bukan satu-satunya yang menentukan seorang anak disebut berbakat atau tidak. Masih ada faktor lain lagi, yaitu CQ atau kreativitas, yang juga harus di atas rata-rata, minimal 250. Selain itu, tambah Utami, "Ia juga harus memiliki task commitment, yakni kemampuan pengikatan diri terhadap tugas atau motivasi. Jadi, ada keinginan dan ketekunan untuk menyelesaikan sesuatu."

Nah, untuk mendeteksi apakah seorang anak berbakat atau tidak, menurut Utami, bisa dilihat dari perkembangan motoriknya. Anak berbakat, perkembangan motoriknya lebih cepat dibanding anak biasa. Entah dalam berbicara, berjalan, maupun membaca. Misalnya, umur 9 bulan sudah bisa jalan (normalnya, usia 12,5 bulan). Selain itu, ia juga cepat dalam memegang sesuatu dan membedakan bentuk serta warna. Untuk kemampuan membaca, kadang anak berbakat memperolehnya dari belajar sendiri. Yaitu dari mengamati dan menghubung-hubungkan. Misalnya dari memperhatikan lalu-lintas, teve, atau buku.

Anak berbakat juga senang bereksplorasi atau menjajaki. "Jadi, kalau ia mempreteli barang-barang, bukan karena dia nakal tapi karena rasa ingin tahunya," terang Utami. Tentang rasa ingin tahu yang tinggi ini, terangnya lebih lanjut, memang pada umumnya dimiliki anak kecil. Hanya, pada anak berbakat, cara mengamatinya lebih kental dibanding anak-anak biasa. Hal lain yang menjadi karakteristik anak berbakat ialah bicaranya bisa sangat serius. Pertanyaannya sering menggelitik dan tak terduga. Kadang ia tak puas dengan jawaban yang diberikan, sehingga terus berusaha mencari jawaban-jawaban lain.

Pentingnya Stimulasi Lingkungan

Meski demikian, Utami menyarankan orang tua tak lantas mudah melakukan generalisasi. "Mentang-mentang perkembangan motorik anaknya lambat, lantas dikira tak berbakat. Belum tentu, lo," katanya. Sebab, perkembangan setiap anak berbeda. Ada yang cepat dalam perkembangan bicara dan bahasanya tapi motoriknya lambat, dan sebagainya. "Bisa saja terjadi, anak yang dulu perkembangan bicaranya lambat, ternyata ketika besar menjadi sarjana sastra yang terkenal," ujarnya. Dengan kata lain, meski perkembangannya lambat, bisa saja nantinya ia berkembang menjadi anak berbakat dan mengejar ketinggalannya. Hanya saja, hal itu tak akan terjadi dengan sendirinya. "Semuanya tergantung dari lingkungan. Bagaimana stimulasi lingkungan akan sangat mempengaruhi perkembangan bakat anak," tukas Utami. Semakin dini orang tua memberikan stimulasi, akan semakin baik. Misalnya, dengan mengajak anak bercakap-cakap sejak ia masih bayi. "Banyak orang tua menganggap, bayi belum mengerti apa-apa sehingga belum perlu diajak bicara."

Padahal, mengajak anak sering-sering berbicara sangat perlu. "Itu akan merangsang perkembang bahasanya dan berarti membuatnya terangsang untuk berbicara," tutur Utami. Begitu juga untuk mengembangkan keinginan anak akan eksplorasi. Sejak usia bayi hal ini sudah dapat dilakukan. Misalnya, tempat tidur bayi tak dibiarkan kosong melompong, tapi "diisi" dengan mainan gantung yang dapat merangsangnya. "Sesekali, dekatkan benda-benda yang terang ke dekat matanya agar ia bisa melihat jelas atau menyentuhnya. Ini sama dengan melatih koordinasi antara tangan dan matanya," kata Utami. Selain itu, tambah pakar kreativitas ini, beri ia kesempatan untuk melatih berbagai keterampilannya. Saat membacakan cerita, misalnya, "Orangtua tak melulu membaca tapi juga mengajukan pertanyaan agar si anak terbiasa berpikir kreatif."

Cukup Alat Sederhana

Sarana dan prasarana pendidikan di rumah yang memungkinkan bakat si anak tercium, tentu saja perlu. Buku bacaan, alat musik/olahraga, atau mainan edukatif, sangat penting. Dari benda-benda itulah, akan terlihat ke mana bakat si anak. Apakah pada musik, olahraga, teknik, atau intelektual. "Dari situ juga akan terlihat derajat besarnya bakat tiap anak." Memang, aku Utami, tak semua orang mampu membeli alat-alat musik yang mahal. Untuk mendeteksi bakat musik, tak perlu punya piano. "Cukup dengan radio atau teve. Dari cepatnya si kecil menghapal nyanyian bahkan untuk melodi yang sulit-sulit, itu sudah menunjukkan bakatnya," terang penulis buku Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah ini. Selain itu, asalkan orang tua kreatif, alam pun sudah menyediakan berbagai sarana. Misalnya, membuat mainan dari biji-bijian atau dedaunan. "Sebaiknya dalam melakukan permainan, orang tua juga ikut terjun bermain. Sehingga anak dapat menikmati kegiatan itu dan mempunyai kepercayaan diri untuk mengembangkannya," kata Utami.

Perlakuan Khusus

Setelah bakat anak ditemukan, orang tua seyogyanya memberi peluang pada anak untuk mengembangkan bakatnya. Yakni, dengan menciptakan lingkungan yang mendorong perkembangan bakat itu. Seperti sudah disinggung di atas, sekalipun seorang anak berbakat namun lingkungannya tak mendukung, maka ia tak akan berkembang. "Memang anak berbakat akan belajar lebih cepat dan melakukan segala sesuatu lebih baik ketimbang anak biasa, sehingga tampaknya tak perlu mendapatkan perhatian khusus. Padahal, tidak demikian," kata Utami. Setiap anak, lanjutnya, entah ia berbakat atau tidak, punya hak untuk mendapatkan pendidikan yang menarik dan menantang. Tapi karena kebutuhan, minat, dan perilaku yang "lebih" dibanding anak lainnya, mau tak mau, anak berbakat harus mendapatkan pengarahan khusus. Hanya, Utami mengingatkan, jangan sampai perlakuan khusus itu merugikan. Baik bagi si anak itu sendiri maupun anak lain. Misalnya, orang tua sering menonjol-nonjolkan anaknya yang berbakat dibanding anaknya yang lain.

"Dampak buruknya, ego si anak semakin menghebat dan bisa juga ia rasakan sebagai beban. Sebab, seperti anak-anak lainnya, ia pun punya masalah emosional," terangnya. Sebaliknya bagi anak lain, bisa timbul rasa persaingan antara saudara. "Kok, dia melulu yang dipuji?" Karena itu, Utami menganjurkan orang tua bersikap tak menunjukkan si berbakat itu istimewa, tapi lebih pada memberikan rangsangan-rangsangan istimewa. Sebetulnya, yang paling penting dilakukan orang tua, kata Utami, "Mencoba menemukan bakat pada setiap anaknya karena masing-masing anak punya kekuatan tersendiri sehingga anak tak perlu merasa iri satu sama lain." Nah, tunggu apalagi? Semakin cepat dan semakin sering kita memberi rangsangan pada si kecil, bakat terpendamnya pun akan segera kita temukan.

Ciri-ciri Intelektual/Belajar

Mudah menangkap pelajaran, ingatan baik, perbendaharaan kata luas, penalaran tajam (berpikir logis-kritis, memahami hubungan sebab-akibat), daya konsentrasi baik (perhatian tak mudah teralihkan), menguasai banyak bahan tentang macam-macam topik, senang dan sering membaca, ungkapan diri lancar dan jelas, pengamat yang cermat, senang mempelajari kamus maupun peta dan ensiklopedi. Cepat memecahkan soal, cepat menemukan kekeliruan atau kesalahan, cepat menemukan asas dalam suatu uraian, mampu membaca pada usia lebih muda, daya abstraksi tinggi, selalu sibuk menangani berbagai hal.

Ciri-ciri Kreativitas

Dorongan ingin tahunya besar, sering mengajukan pertanyaan yang baik, memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah, bebas dalam menyatakan pendapat, mempunyai rasa keindahan, menonjol dalam salah satu bidang seni, mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya serta tak mudah terpengaruh orang lain, rasa humor tinggi, daya imajinasi kuat, keaslian (orisinalitas) tinggi (tampak dalam ungkapan gagasan, karangan, dan sebagainya. Dalam pemecahan masalah menggunakan cara-cara orisinal yang jarang diperlihatkan anak-anak lain), dapat bekerja sendiri, senang mencoba hal-hal baru, kemampuan mengembangkan atau memerinci suatu gagasan (kemampuan elaborasi).

Ciri-ciri Motivasi

Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu lama, tak berhenti sebelum selesai), ulet menghadapi kesulitan (tak lekas putus asa), tak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi, ingin mendalami bahan/bidang pengetahuan yang diberikan, selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tak cepat puas dengan prestasinya), menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah "orang dewasa" (misalnya terhadap pembangunan, korupsi, keadilan, dan sebagainya). Senang dan rajin belajar serta penuh semangat dan cepat bosan dengan tugas-tugas rutin, dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya (jika sudah yakin akan sesuatu, tak mudah melepaskan hal yang diyakini itu), mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan kebutuhan sesaat yang ingin dicapai kemudian), senang mencari dan memecahkan soal-soal.

sumber : http://www.e-smartschool.com

02 Oktober 2009

pengaruh berenang terhadap tinggi badan

Renang adalah olah raga favorit yang dipilih orang tua bagi anak-anaknya. Olah raga ini menjadi cara untuk menggenjot tinggi badan si kecil. Benarkah demikian? Selain cerdas, sehat, dan sopan, harapan orang tua saat ini adalah anak-anaknya mempunyai tubuh yang tinggi alias tidak pendek. Tak hanya sedap dipandang, anak yang mempunyai tinggi badan yang memadai dianggap lebih mulus dalam mencapai cita-cita apapun yang mereka inginkan (maklum beberapa bidang pekerjaan menuntut seseorang bertubuh tinggi). Di Indonesia Tinggi badan laki-laki ideal adalah 170-180 cm sedangkan tinggi badan perempuan 160-170 cm.

Berenang adalah salah satu olah raga yang paling sering dipilih orang tua guna memacu tinggi badan anak. Meski tidak dirancang menjadi atlit renang, anak pun secara rutin diajak berenang. Jika tidak, jangan harap anak bertubuh tinggi. Mitos ini sudah jamak kita dengar. Bisa jadi, anda pun berpendapat sama. Tapi sebelum para orang tua kecewa setelah bertahun-tahun mengajak si kecil berenang tapi tubuh anak tidak bertambah tinggi, sebaiknya ketahui faktor-faktor yang dapat membuat si kecil bertubuh tinggi.

Fakta yang sebenarnya

Berenang memang melatih semua otot-otot tubuh sehingga dapat membantu anak untuk bertambah tinggi. Olah raga ini dapat memicu hormon-hormon pertumbuhan bekerja lebih baik agar si kecil terus bertambah tinggi dan berkembang. Tapi, berenang hanyalah salah satu dari sekian banyak aktifitas yang dapat dilakukan si kecil dengan manfaat yang sama (baca: menambah tinggi badan).

Pertambahan tinggi badan anak tidak hanya dipicu oleh aktifitas renang. Hal lain yang lebih menentukan dalam urusan tinggi badan adalah faktor genetik atau keturunan. Jika tinggi badan anda dan pasangan biasa-biasa saja maka besar kemungkinan tinggi badan si kecil pun biasa-biasa saja. Begitu pula sebaliknya. Jika tubuh anda tinggi semampai si kecil cenderung memiliki postur tubuh demikian.

Faktor lain yang juga turut memicu tumbuh kembang anak adalah nutrisi. Anak yang mendapatkan nutrisi memadai dan seimbang cenderung tumbuh secara optimal. Jadi meskipun anak sering berenang tapi pola makannya buruk, tinggi badannya tetap tidak akan bertambah.

Istirahat, adalah syarat penting bagi tumbuh kembang anak. Tubuh akan menjadi lebih tinggi dan bertambah besar pada saat ia beristirahat (tidur). Ini artinya jika si kecil ingin pertumbuhan badannya optimal maka ia harus mendapatkan istirahat yang memadai. Untuk itu, pastikan pola tidur si kecil cukup sehat.

Selain itu yang perlu diperhatikan adalah tahapan pertumbuhan anak. Dalam perkembangannya anak mengalami saat-saat dimana tubuhnya berkembang sangat lambat dan sangat cepat. Sehingga, kendati si kecil berenang secara teratur, tinggi badannya tidak akan bertambah jika aktifitas ini dilakukan pada fase pertumbuhan lambat yaitu sekitar usia bayi-balita dan usia 16-17 tahun. Pertumbuhan cepat terjadi pada usia 9-12 tahun. Yaitu ketika anak memasuki masa puber. Pada saat ini hormon-hormon pertumbuhan bekerja sangat aktif. Jadi meskipun anak tidak berenang, akan terjadi pertumbuhan tinggi badan yang signifikan. Tetapi, dengan melakukan aktifitas fisik yang cukup, salah satunya dengan renang, pertumbuhan atau penambahan tinggi badan akan semakin optimal.

Namun dengan kenyataan ini bukan berarti anda tidak perlu mengenalkan olah raga renang sejak dini pada anak. Banyak sekali manfaat berenang selain menambah tinggi badan. Pada anak-anak yang mempuyai riwayat asma atau sudah menderita asma, berenang dapat membantu melatih paru-parunya. Berenang juga dapat menjadi sarana yang efektif bagi anak untuk bersosialisasi, melatih keberanian, dan mengenal lingkungan baru.

Sumber : http://www.e-smartschool.com/

08 Juli 2009

mengusir biang keringat

Biang keringat muncul akibat saluran keringat tersumbat sel yang sudah berganti. Akibatnya, rasa gatal terpicu. Berikut agar si kecil terhindar dari biang keringat :

  • Bayi atau anak dianjurkan mandi secara teratur, sedikitnya dua kali sehari menggunakan air dingin dan sabun. Mandi yang teratur merupakan salah satu cara agar keringat dapat keluar dengan bak dan lancar.
  • Jika bayi dan balita Anda banyak dan sering mengeluarkan keringat, basuh dengan handuk atau kain lembut. Setelah itu taburi dengan bedak, tapi jangan pada saat kulit dalam kondisi lembab.
  • Gunakan pakaian yang menyerap keringat, misalnya yang terbuat dari katun. Kalau pakaiannya sudah basah oleh keringat, cepat ganti dengan yang kering. Sebaiknya bawa beberapa potong baju jika sedang bepergian untuk mempermudah mengganti pakaian.

05 Juli 2009

proses menyusui bisa tenangkan ibu

Bagi para ibu muda yang baru memiliki bayi, tak jarang dihinggapi rasa gundah dan bingung apakah telah memenuhi kebutuhan sang buah hati. Ternyata proses menyusui bisa membantu mengatasi hal itu.

Ketika bayi menyusu, memicu mengalirnya hormon oksitosin yang melepaskan air susu ibu (ASI). Secara bersamaan dapat mendorong peraaan dicintai serta keperayaan dalam diri ibu dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan bayi.

Refleks semacam itu telah lama menjadi teka-teki karena mendorong pengeluaran oksitosin dalam jumlah besar. Dengan menggunakan program komputer khusus, para peneliti dari Cina, Prancis, Itali dan Inggris berhasil memahami cara kerjanya.

Penelitian yang dilakukan para ahli tersebut dilaporkan pada jurnal PLoS Computational Biology. Kesimpulannnya, proses menyusui tidak hanya membuka jalan untuk perkembangan sel otak, termasuk mengeluarkan oksitosin.

Proses menyusui juga menghasilkan dendrites, yang tugasnya membentuk hubungan komunikasi antara sel otak untuk menghasilkan hormon.

Meningkatnya hubungan antara neuron dan pembentukan pusat produksi oksitosin menghasilkan ledakan pengeluaran hormon sewaktu-waktu.

"Kami mengetahui bahwa penyebab rangsangan muncul dan selama bayi menyusu menyebabkan sel otak dan oksitosin berkembang pesat dalam sinkronisasi yang dramatis. Namun, bagaimana tepatnya rangsangan itu bisa sangat pesat masih belum bisa dijelaskan," terang salah seorang peneliti Jianfeng Feng dari University of Warwick, Coventry, Inggris dalam sebuah pernyataan.

Dia menambahkan, penemuan tersebut dapat menjelaskan aktivitas otak sejenis didalam otak.
sumber : republika online, sabtu 19 juli 2008

02 Juli 2009

ASI lancar dengan hipnosis

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi hingga berusia dua tahun. Teknik relaksasi hipnosis yang dikenal dengan hypnobreastfeeding, cara terbaru yang mampu memaksimalkan kuantitas dan kualitas ASI.

Berbagai cara dilakukan ibu menyusui, mulai dari konsumsi sayuran hingga jamu tertentu agar dapat memenuhi kebutuhan ASI sang buah hati. Kini teknik terbaru hypobreastfeeding diyakini dapat membantu hal tersebut.

Terapi baru itu diperkenalkan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dalam workshop Hypnobreastfeeding dengan tema “Afirmasi Positif untuk Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas ASI”, dalam rangka perayaan Ulang Tahun ke-2 organisasi ini, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ketua AIMI Mia Sutanto mengatakan, AIMI ingin membantu para ibu untuk memastikan agar ibu menyusui bisa terus memberikan ASI. Minimal secara eksklusif selama 6 bulan pertama, terutama apabila para ibu menyusui tersebut harus kembali bekerja.

"Dukungan untuk menyusui di Indonesia dirasakan masih kurang, oleh karena itu para ibu menyusui harus senantiasa berusaha menciptakan kondisi yang positif bagi dirinya untuk terus bisa menyusui," ungkap Mia.

Pakar hypnotherapy, Lanny Kuswandi menjelaskan hypnobreastfeeding adalah teknik relaksasi untuk membantu kelancaran proses menyusui. Caranya adalah dengan memasukkan kalimat-kalimat afirmasi positif yang membantu proses menyusui disaat si ibu dalam keadaan sangat rileks atau sangat berkonsentrasi pada suatu hal (keadaan hipnosis).

"Definisi hipnosis sendiri adalah suatu kondisi nirsadar yang terjadi secara alami, dimana seseorang menjadi mampu menghayati pikiran dan sugesti tertentu untuk mencapai perubahan psikologis, fisik maupun spiritual yang diinginkan. Hipnosis otomatis terjadi kapanpun seseorang menjadi rileks yang dalam atau berkonsentrasi penuh," paparnya.

Dalam hypnobreastfeeding, perubahan yang diinginkan adalah segala hal yang mempermudah dan memperlancar proses menyusui. Contoh kalimat sugesti atau afirmasi, misalnya “ASI saya cukup untuk bayi saya sesuai dengan kebutuhannya”, “Saya selalu merasa tenang dan rileks disaat mulai memerah”, dan sebagainya.

Suasana nyaman benar-benar harus tercipta saat terapi hypnobreastfeeding. Untuk itu lingkungan sekitar harus dapat membantu ibu menciptakan suasana nyaman tersebut dengan tidak membuat keributan atau memicu stres ibu. Kalimat sugesti saat melakukan hypnotherapy juga dapat diberikan suami saat menemani istri melakukan terapi.



sumber : republika online, selasa 21 april 2009

26 Juni 2009

alergi ASI?

Sebagian masyarakat percaya ada bayi yang alergi air susu ibu (ASI). Pernyataan itu tentu keliru, karena ASI merupakan makanan terbaik bagi anak. Namun jika anak terus memberi tanda-tanda "aneh" ketika di beri ASI, yang patut dipertanyakan adalah apakah ibu sudah menghindari penyebab alergi atau alergen dengan baik?

Konsultan Gastroenterologi Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Badriul Hegar mengatakan, jika bayi bermasalah dengan ASI yang patut dicurigai adalah makanan si ibu.

"Makanan ibu yang bisa jadi biang kerok, sehingga ASI pun jadi alergi. Oleh karena itu ibunya yang harus dibenerin," kata dr Hegar pada media edukasi di Jakarta, Rabu (14/1).

Ibu harus tahu apa saja yang menjadi alergen bagi dirinya agar tidak tertular ke bayi melalui ASI. Kandungan ASI, menurut dr Hegar sangat tidak mungkin menjadi alergen bagi bayi.

Tanda-tanda yang menunjukan bayi mengalami alergi karena ASI antara lain diare atau gumoh. Para ibu tidak akan asing dengan istilah gumoh. Gumoh terjadi karena ada udara di dalam lambung yang terdorong keluar kala makanan masuk ke dalam lambung bayi.

Gumoh terjadi secara pasif atau terjadi secara spontan. Berbeda dari muntah, ketika isi perut keluar karena anak berusaha mengeluarkannya. Dalam kondisi normal, gumoh bisa dialami bayi antara 1 - 4 kali sehari. Dr Hegar mengatakan dalam kondisi normal gumoh bisa dialami bayi antara 1-4 kali sehari.

"70% bayi usia 4 bulan mengalami gumoh satu kali sehari dan keadaan ini normal," paparnya.

Gumoh dikategorikan normal, jika terjadinya beberapa saat setelah makan dan minum serta tidak diikuti gejala lain yang mencurigakan. Selama berat badan bayi meningkat sesuai standar kesehatan, tidak rewel, gumoh tidak bercampur darah dan tidak susah makan atau minum, maka gumoh tak perlu dipermasalahkan.

Namun dr Hegar menekankan jika bayi gumoh lebih sering dari normal orangtua perlu memeriksakannya karena dikhawatirkan si anak mengalami alergi susu.

"Jika gumoh sudah ditangani dengan benar, namun bayi masih saja gumoh dan sering orangtua berhak curiga si anak alergi, namun yang dipermasalahkan bukan ASI-nya tapi asupan makanan ibu " pungkasnya.

Ditegaskan oleh dr Hegar, jangan menghentikan pemberian ASI yang harus dilakukan justru memperhatikan asupan makanan ibu, karena yang menjadi alergen bukanlah ASI tapi kandungan ASI yang dihasilkan dari makanan ibu.

24 Juni 2009

probiotik si "bakteri baik"

Probiotik merupakan mikroorganisme yang memberikan efek positif bagi kesehatan dengan cara mengatur keseimbangan flora di dalam usus atau saluran pencernaan. Fungsinya antara lain menstimulasi pertumbuhan sel-sel usus yang sehat, melapisi dinding usus, menjaga proses metabolisme dan meningkatkan kekebalan tubuh. Tak heran bila probiotik mendapat predikat sebagai “bakteri baik”.

Ada dua macam bakteri dalam tubuh, ada yang disebut sebagai bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri yang masuk ke dalam kategori baik adalah Lactobacillus dan Bifidobacteruim. Sedangkan Staphyloccus, Salmonella dan Enterobacter masuk ke dalam katergori bakteri jahat.

Probiotik bisa ditemukan di dalam susu, susu fermentasi (yoghurt), keju dan mentega. Namun, agar fungsi tersebut bisa optimal, ada syarat-syarat khusus yang harus terpenuhi. Bakteri itu harus mampu bertahan hidup selama dalam penyimpanan, waktu dikonsumsi dan sesampainya di saluran cerna.

Tidak semua bakteri bisa bertahan hidup sampai saluran cerna, karena kondisi asam dalam lambung bisa membunuh bakteri. Padahal, dalam usus harus ada bakteri baik dalam jumlah yang cukup, atau sekitar 106-108 koloni/ml. Selain itu, bakteri tersebut harus tidak patogenik atau tidak bersifat menimbulkan penyakit, dan tidak beracun.
Seiring kemajuan teknologi, probiotik kini bisa dibuat “setengah tidur”, atau disebut sebagai kondisi dorman. Dia akan kembali aktif ketika diseduh dengan air hangat atau suam-suam kuku. Dulu, konsumsi probiotik harus dalam keadaan dingin atau tidak panas, agar si “bakteri baik” tetap hidup. Dengan penemuan baru ini, jumlah probiotik hidup yang sampai ke dalam saluran pencernaan bisa dipertahankan. Keuntungan dari pengkondisian ini yaitu:
  • kultur bakteri akan stabil untuk jangka waktu lebih dari 15 bulan.
  • tak memerlukan lemari pendingin.
  • penanganan dan pendistribusiannya lebih mudah.

Probiotik dan Prebiotik. Probiotik seringkali disandingkan dengan prebiotik. Keduanya memang saling mendukung satu sama lain. Probiotik sebagai “bakteri baik” yang hidup tentu membutuhkan makanan. Disinilah peran prebiotik, karena dia berfungsi sebagai bahan makanan mempunyai efek merangsang pertumbuhan probiotik.

Sumber prebiotik antara lain sayur-sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, gandum, bawang putih, dan madu. Pisang bahkan disebut-sebut sebagai sumber prebiotik terbesar.

20 Juni 2009

baby blues syndrome

Baby blues syndrome. Saya yakin kata-kata ini sudah cukup familier di telinga keluarga muda. Tidak bisa dipungkiri, kondisi ini terjadi di beberapa keluarga muda indonesia. Dari kondisi biasa yang tidak ada anak atau anggota keluarga lainnya, tiba-tiba muncul anggota keluarga baru yang seharusnya membawa kegembiraan dan kebahagiaan, malah mengakibatkan kecenderungan emosional yang meledak-ledak. Dari menangis tanpa sebab sampai depresi.

lalu apa penyebab baby blues syndrome ini?

Penyebab utama sindrom ini adalah perubahan hormon yang terjadi pada 3-4 hari setelah persalinan. Hal ini akan memicu mood sang bunda sehingga menjadi lebih sensitif, rasa sedih dan ingin menangis tanpa sebab. Meskipun seharusnya ibu tengah berbunga-bunga karena si mungil yang dinanti-nanti selama sembilan bulan sudah ada dalam pelukan.

Ternyata sindrom ini menghinggapi sekitar 70% bunda yang melahirkan. Sindrom ini sering terjadi, terutama, kepada bunda yang baru melahirkan untuk pertama kali. Dengan kondisi pengetahuan tentang si kecil yang serba terbatas, langsung dikondisikan untuk merawat dan mengasuh serta meluangkan waktu yang sedemikian banyak untuk memenuhi semua kebutuhan si kecil. Hal ini tentu saja dapat menimbulkan kondisi baby blues syndrome ini.

Para bunda yang mengalami baby blues syndrome biasanya ditandai dengan gejala khas berupa depresi ringan, perasaan yang tidak menentu (moody), mudah sedih, murung dan rasa ingin menangis. Beberapa ada juga yang disertai gejala sulit tidur, sulit berkonsentrasi, sering bingung, dan pikiran yang terlalu mengkhawatirkan bayi atau ragu akan kemampuannya mengurus bayi. Namun, tidak perlu risau karena kondisi ini umumnya hanya berlangsung singkat (biasanya pada minggu pertama).

Sehingga para bunda tidak perlu kuatir. Terlebih baby blues syndrome ini tidak akan mengganggu peran aktif ibu untuk memberikan ASI dan memantau pola tumbuh kembang si kecil. Tetapi tentu saja, peran aktif ayah dan keluarga lainnya diperlukan untuk membantu bunda lepas dari kondisi ini.

19 Juni 2009

bayi caesar perlu tambahan probiotik

Artikel berikut saya ambil dari website republika.co.id. Semoga membantu untuk menambah pengetahuan ayahbunda sekalian. :)
Bakteri tak selalu merugikan. Bahkan kekurangan bakteri tertentu sejak dini menyebabkan bayi rentan terhadap berbagai jenis penyakit alergi terutama sistem saluran cerna. Mikroflora saluran cerna berperan penting dalam pembentukan daya tahan tubuh bayi.

Sayangnya pada bayi lahir caesar pembentukan kolonisasi saluran cerna tertunda hingga waktu 6 bulan. Kondisi ini dapat berpengaruh pada daya tahan tubuh sehingga bayu caesar memiliki resiko tinggi terhadap alergi dan penyakit infeksi hingga usia 5 tahun.

Pemberian probiotik diperlukan untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Probiotik dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi, mengurangi resiko alergi maupun penyakit infeksi seperti diare. Probiotik seperti Bifidobacterium lactis terbukti aman untuk bayi.

"Probiotik seperti Bifidobacterium lactis terbukti aman bagi bayi sehingga dapat
membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya," kata Kepala Divisi Gastrohepatologi
Departemen Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Agus
Firmansyah, dalam seminar kesehatan yang di selenggarakan Nestle pekan lalu di
Jakarta.

Bakteri menguntungkan atau baik seperti bifidobakteria yang diperoleh pada awal kelahiran sangat diperlukan untuk mengenali dan membentuk toleransi terhadap zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh.

Agus menjelaskan bayi lewat operasi caesar lebih steril dibandingkan bayi yang lahir normal karena tidak terkontaminasi oleh bakteri yang terdapat di saluran persalinan normal sang ibu.

Sementara bayi normal memiliki proses berbeda. Bayi berpindah dari rahim yang nyaris steril ke lingkungan luar melalui proses yang lama yang melibatkan kontraksi berjam-jam. Alhasil, bayi melakukan kontak secara alami dengan mirkoflora normal ibu dan kemudian mikrobiota itu berkembang di ususnya.

Sementara itu pada bayi caesar, proses persalinan dilakukan di ruangan steril. Bayi diambil langsung dari rahim ibu tanpa kontak dengan area rektum dan vagina ibu, sehingga tak ada kesempatan kontak dengan mikrobiota normal di jalan lahir.

Malah, untuk menghindari infeksi pascaoperasi, ibu bisanya diberi antiobiotik yang disalurkan melalui plasenta. Akibatnya, kolonisasi bakteri menguntungkan (probiotik) di saluran cerna menjadi terhambat. Ini menjelaskan mengapa bayi yang dilahirkan secara caesar dilaporkan memiliki angka kejadian alergi dan infeksi lebih tinggi dibanding bayi lahir normal. Padahal inisiasi koloni bakteri yang diperoleh bayi saat persalinan normal berpengaruh kuat pada perkembangan dan pematangan sistem kekebalannya.

Prof Bengt Bjorksten dari Karolinska Institutet Swedia menjelaskan, pengaruh kondisi awal kelahiran seperti cara kelahiran dan penggunaanan antibiotik, memiliki efek sangat besar terhadap pola mikroflora saluran cerna. Mikroflora saluran cerna sangat penting untuk merangsang sistem daya tahan tubuh dalam kondisi normal.

Melalui penelitiannya pada tahun 2001, Prof Bengt Bjorksten membuktikan, bayi-bayi penderita alergi terbukti memiliki lebih sedikit bifidobakteria pada feses atau tinja mereka. Hal ini masih terlihat hingga mereka berusia lima tahun. Beberapa studi dalam 10 tahun terakhir juga membuktikan, perbedaan menyolok komposisi mikrobiota bayi sehat dan alergi di negara-negara dengan prevalensi alergi rendah dan tinggi.

Apapun proses kelahiran bayi, sumber probiotik yang terbaik adalah air susu ibu
(ASI). Bayi yang lahir normal dan diberi ASI akan makin sehat karena bakteri
probiotik mendominasi 99 persen mikrobiota saluran cerna.

Pentingnya manfaat probiotik sejak dini, membuat pemberian probiotik pada bayi terus dikampanyekan. Tentunya aspek keamanan harus benar-benar diperhatikan. Hanya preparat probiotik yang sudah diuji secara ekstensif dan terbukti aman yang boleh diberikan. Probiotik Bifidobacterium lactis merupkaan salah satu probiotik yang keamannnya telah teruji dan mendapatkan status Generally Regarded as Safe (GRAS) oleh US-FDA setelah melalui uji analisa keamanan ketat.

Meski diberikan setiap hari, probiotik tidak berpengaruh buruk atau memiliki efek samping negatif bagi anak-anak yang mengonsumsinya karena sebagian probiotik itu akan dikeluarkan dari tubuh, demikian kata Agus.

16 Juni 2009

konsumsi vitamin E berlebih berbahaya untuk janin


Informasi ini sebaiknya diketahui oleh para calon bunda yang sedang hamil atau sedang merencanakan kehamilan. Terkait dengan asupan vitamin E yang masuk ke dalam tubuh.

Ternyata, semakin tinggi asupan vitamin E yang diterima tubuh, maka hal itu akan berakibat kurang baik untuk janin-nya. Hal itu diungkapkan oleh para peneliti dari Belanda, yang menyatakan, kandungan vitamin E yang terlalu tinggi pada awal kehamilan dapat menyebabkan resiko bayi lahir dengan gangguan hati. Dan para calon bunda yang mengkonsumsi vitamin E dosis tinggi, beresiko hingga 70 persen memiliki bayi dengan kelainan hati, dibandingkan yang mengkonsumsi vitamin E lebih rendah.

Peneliti menyimpulkan bahwa tingginya asupan vitamin E memungkinkan adanya ketidakseimbangangan antara oksidan dan antioksidan di dalam lapisan embrio.

Kemungkinan mekanisme lain yang diperburuk efek vitamin E dosis tinggi pada bayi, menurut peneliti, adalah termasuk perkembangan perubahan pada hati embrio, dan gangguan sel enzim pembersih racun secara alami.

13 Juni 2009

tips memberi obat kepada anak balita

Susah-susah gampang. Mungkin itu yang terjadi ketika ayahbunda memberi obat kepada si kecil. Pasti ada saja tingkah si kecil untuk menolak minum obat yang ayahbunda berikan. Dari yang sekedar menutup rapat mulut-nya, geleng-geleng sampai mengeluarkan kembali obat yang sudah masuk ke mulut-nya. Dan pastinya, ayahbunda akan jengkel ketika mengalami hal ini.

Berikut tips dan trik untuk meringankan ayahbunda sekalian, ketika memberikan obat kepada si kecil.

  • Karena bayi biasanya susah diam, mintalah bantuan orang dewasa atau anak yang lebih besar untuk menenangkannya.

  • Kalau tidak ada orang lain, Anda bisa membungkus tangan dan tubuh bayi dengan selimut agar tangan si bayi tak mengganggu Anda.

  • Jika bayi sering memuntahkan kembali obat yang diminumnya, mintalah bantuan seseorang untuk membuka mulutnya dengan lembut. Lalu, dengan lembut pula masukkan obat ke dalam mulut bayi.

  • Pemberian obat, yang biasanya berbentuk cair, itu bisa menggunakan sendok atau pipet:

Bila menggunakan sendok, letakkan sendok yang telah disterilkan dan diisi obat pada bibir bagian bawah. Angkat sedikit sendoknya agar obat mengalir ke dalam mulutnya.
Bila menggunakan pipet, isilah pipet dengan sejumlah obat yang sesuai dengan petunjuk dokter. Letakkan pipet obat di sudut mulut bayi dan keluarkan obat perlahan-lahan