- Pilih buku atau bahan bacaan yang menarik. Menarik bukan hanya di cerita atau isi dari bahan bacaannya, tetapi juga dari kemasan bahan bacaan itu sendiri. Buku atau bahan bacaan yang bergambar akan lebih menarik perhatian si kecil. Apabila didukung oleh kemasan bahan bacaan yang menarik, misalkan warna atau bentuknya, maka si kecil pasti akan lebih tertarik untuk mengikuti proses membaca ini.
- Bacakan buku secara periodik. Pilih waktu yang periodik dan kontinyu ketika membacakan buku kepada si kecil, misalkan ketika si kecil mejelang tidur. Selain membuat si kecil senang membaca, proses ini akan menjadi reminder atau pengingat untuk si kecil bahwa ketika dibacakan buku cerita, itu pertanda sudah mendekati jam tidurnya.
- Atur penempatan buku atau bahan cerita dengan rapi dan nyaman untuk si kecil. Pilih ruangan yang lega dan dikondisikan nyaman untuk si kecil. Penempatan buku yang tidak terlalu sulit untuk dijangkau akan membuat si kecil rajin mengambil buku atau bahan bacaan yang disukainya.
- Selingi proses membaca ini dengan permainan sederhana. Tebak-tebakan mungkin akan menambah semangat si kecil untuk menikmati proses ini. Minta si kecil untuk menebak akhir cerita yang dibacakan atau biarkan si kecil yang menentukan akhir cerita dari bacaannya. Pastinya akan menambah semangatnya untuk terus membaca.
09 November 2009
bagaimana cara membiasakan anak untuk membaca?
11 Juni 2009
usahakan berdiskusi dengan anak setelah makan
Apakah keluarga ayahbunda sekalian termasuk keluarga yang "mengharamkan" berbicara ketika sedang makan? Saya juga sepakat.
Tetapi apakah keluarga ayahbunda termasuk keluarga yang "mengharamkan" bercengkerama setelah makan? Saya harap tidak.
Dari penelitian yang ada, bercengkerama atau berdiskusi atau berbicara di meja makan, sebelum atau setelah makan tentunya, akan menambah kecerdasan buah hati-nya.
Dengan membiasakan berdiskusi atau sekedar bercengkerama, selain hal di atas, tentunya akan menambah hangat suasana kekeluargaan, dan mempererat hubungan emosiaonal antara ayah, bunda dan anak
Penelitian itu menyebutkan, bahwa anak-anak usia balita yang dibiasakan berbicara atau berdiskusi dengan ayahbunda-nya, akan mempunyai kosa kata yang lebih banyal dan kemampuan membaca yang lebih tinggi dibandingkan anak balita yang tidak terbiasa dengan kondisi seperti itu.
Tentang hal atau pokok pembicaraan, jangan melulu ke arah perintah kepada si kecil untuk menghabiskan makanannya. Usahakan berdiskusi tentang kegiatan atau kejadian yang dialami oleh seluruh anggota keluarga, khususnya si kecil.
Dengan membiasakan hal ini, anak balita akan terbiasa menyuarakan pendapatnya, akan terbiasa mengemukakan isi hatinya dan ayahbunda juga dapat memberikan solusi atau pengetahuan lebih untuk si kecil. Yang secara otomatis, anak akan lebih nyaman untuk berbicara dengan ayahbunda bila ada permasalahan, daripada dengan orang lain.