23 Mei 2009

mata minus, bolehkah melahirkan normal???

Baru saja dapat pertanyaan dari sahabat saya tentang operasi caesar. Kebetulan istri saya ketika melahirkan anak pertama, terpaksa dengan operasi caesar, dikarenakan keterbatasan fisik yaitu mempunyai riwayat asma dan mengalami pre-eklamsia. Jadi sedikit banyak saya bisa memberi informasi kepada sahabat saya itu.
Berhubung dalam waktu dekat ini, sahabat saya akan melahirkan. Karena mempunyai mata minus dengan kondisi minus yang cukup besar >3, dia cukup kuatir dengan rumor-rumor yang muncul terkait dengan mata minus dan silindris selama melahirkan dengan proses normal.
Dari berbagai informasi yang saya dapat, mata dengan minus di atas 5 punya risiko untuk terjadinya ablasio retina yang terjemahan bebasnya `pengelupasan` retina. Silindris tidak berpengaruh terhadap risiko ini. Hal ini terjadi karena myopia (rabun jauh/minus) menyebabkan bentuk mata lebih lonjong dari normal, sehingga lapisan paling belakangnya, yaitu retina bisa tertarik dan terkelupas.

Ablasio ini bisa terjadi bila terdapat peningkatan tekanan seperti pada saat mengejan (pup keras/melahirkan/dsb), batuk terlalu keras, mengangkat/mendorong berat, meloncat-loncat, mata terkena pukulan atau tekanan seperti saat menyelam di bawah air, dan lain sebagainya.

Melahirkan normal (dengan mengejan) merupakan risiko pencetus terjadinya ablasio. Tapi bukan harga mati, artinya ada orang-orang yang bisa melahirkan normal walaupun minus matanya tinggi. Konsultasi dengan Dokter Mata lebih dianjurkan, supaya kita bisa mengetahui batasan-batasan yang harus dihadapi, seperti tebal tipisnya kornea mata.
Mungkin hanya ini yang bisa saya posting di sini. Semoga membantu penentuan keputusan yang diambil, antara operasi caesar atau proses normal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar